RMINU DKI Jakarta Adakan Kuliah S1, S2 & S3 Program Studi Manajemen Pondok Pesantren bersama Universitas Darunnajah

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Jakarta, NU Online Jakarta – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) DKI Jakarta menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Darunnajah dalam penyelenggaraan program pendidikan S1, S2, dan S3 Manajemen Pondok Pesantren. hal ini disampaikan dalam Halal Bihalal RMI DKI bersama UDN di aula PWNU lt2 pada Kamis, 09 April 2026.

Kesepakatan tersebut disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal PW RMI-NU DKI Jakarta bersama Universitas Darunnajah dalam memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) DKI Jakarta Kiai Rakhmad Zailani Kiki, menyampaikan bahwa program ini terbuka bagi para pengasuh, pengelola, serta kader pesantren yang ingin meningkatkan kapasitas akademik dan profesional.

“Perkuliahan dapat dilaksanakan secara tatap muka di Universitas Darunnajah maupun secara daring. PW RMI-NU DKI Jakarta akan menyosialisasikan program ini sekaligus mengoordinasikan calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran program Manajemen Pondok Pesantren pada jenjang S1 hingga S3 merupakan langkah yang teapat untuk menjawab tantangan zaman dan memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan Islam yang unggul dan adaptif.

Wakil Rektor Universitas Darunnajah Fajar Suryono menyampaikan bahwa program Manajemen Pendidikan Islam yang berfokus pada pendidikan pesantren merupakan langkah memperkuat eksistensi dan kualitas lembaga pesantren di Indonesia.

“Program ini menitikberatkan pada Manajemen Pendidikan Islam dengan fokus pada pendidikan pesantren. Tujuannya adalah mencetak sumber daya manusia yang profesional dan kompeten dalam mengelola serta mengembangkan pondok pesantren secara modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisionalnya,” ujarnya.

Fajar menegaskan bahwa salah satu nilai utama yang ditawarkan adalah kekhasan pesantren sebagai warisan asli Indonesia.

“Salah satu keunggulan program ini adalah ke-khasan pondok pesantren yang bersifat indigenous atau asli milik Indonesia. Jika menengok sejarah bangsa, para founding fathers banyak ditempa di lingkungan pesantren, seperti HOS Tjokroaminoto dan tokoh-tokoh besar lainnya. Sejarah ini menjadi inspirasi, baik di masa lalu maupun masa depan. Universitas Darunnajah berupaya mengambil best practice dari tradisi tersebut sebagai bagian dari pengembangan akademik,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kurikulum yang ditawarkan dirancang secara adaptif dan kontekstual.

“Kurikulum disusun untuk menjawab kebutuhan pesantren di era digital, dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kepemimpinan, manajemen kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pendidikan pesantren,” ungkapnya.

Fajar menyampaikan bahwa program ini akan mulai berjalan dalam waktu dekat.

“Program S1 dan S2 dapat mulai berjalan pada tahun akademik mendatang, sedangkan program S3 direncanakan dibuka pada bulan Juli. Perkuliahan dapat dilaksanakan secara tatap muka maupun daring melalui koordinasi dengan RMINU DKI Jakarta,” terangnya.

 

Dari sisi pembiayaan, Universitas Darunnajah memberikan akses pendidikan yang terjangkau.

“Universitas Darunnajah menyediakan pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Untuk program S2, biaya berkisar sekitar Rp1,6 juta per semester, sedangkan program S3 diperkirakan sekitar Rp4 juta. Selain itu, tersedia skema kerja sama dan kompensasi bagi pengelola pesantren yang bermitra,” pungkasnya.

RMI membantu dalam mengoordinasikan pendaftaran dan memfasilitasi para calon mahasiswa dan bisa bertanya ke nomor 0895355385291 (Wiwit Musaadah). Program ini diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan memiliki kompetensi dalam pengelolaan pesantren yang modern tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Recent News

Editor's Pick